SMKN 2 Pekanbaru Jadi Sekolah Pengembang Model Kurikulum Terintegrasi P4GN Tahun 2025
SMK Negeri 2 Pekanbaru dipercaya menjadi salah satu satuan pendidikan di Indonesia dalam kegiatan Penyusunan Model Kurikulum Satuan Pendidikan Terintegrasi Rencana Aksi Nasional (RAN) Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif nasional yang digagas oleh Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar), Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Riau.
Kegiatan penyusunan model kurikulum ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada 13–14 Oktober 2025, bertempat di ruang meeting lantai II SMK Negeri 2 Pekanbaru. Acara dihadiri langsung oleh tim dari Puskurjar, antara lain Eskawati Musyarofah Bunyamin, S.Si., M.Pd selaku Pengembang Kurikulum Ahli Pertama, dan Aditya Ahmadi Muslim, A.Md.Kom sebagai Pengolah Data dan Informasi. Sementara itu, dari pihak daerah hadir Yurnida, S.Pd., M.Pd dan Asman, M.Pd dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau, yang turut memberikan supervisi dan arahan terhadap proses penyusunan model kurikulum tersebut. Turut terlibat pula seluruh tim pengembang kurikulum SMK Negeri 2 Pekanbaru, yang terdiri dari guru-guru berbagai bidang keahlian seperti Teknik Elektronika, Kimia Industri, Otomotif, PPLG, dan lainnya.
Program ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika Tahun 2020–2024. Melalui kegiatan ini, Kemendikdasmen berupaya memperkuat literasi P4GN pada satuan pendidikan agar nilai-nilai pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat diintegrasikan secara sistematis dalam proses pembelajaran. Tujuan utama kegiatan ini adalah menghadirkan diversifikasi kurikulum yang adaptif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan daerah serta karakteristik peserta didik, sehingga pendidikan tidak hanya berorientasi pada kompetensi akademik dan keterampilan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesadaran sosial siswa. Selama dua hari kegiatan, para peserta aktif melakukan review terhadap Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), penyusunan Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta modul ajar yang mengintegrasikan nilai-nilai P4GN. Kegiatan ini berlangsung interaktif, di mana setiap guru dari berbagai program keahlian mengajukan ide, berdiskusi, dan menyelaraskan strategi pembelajaran agar pesan-pesan antinarkoba dapat tersampaikan secara efektif di kelas maupun kegiatan ekstrakurikuler. Dalam proses tersebut, juga disepakati penetapan identitas baru bagi KSP SMK Negeri 2 Pekanbaru, yakni “GEMILANG” (Gerakan Menuju Insan Luhur, Agamis, Nasionalis, dan Gigih). Nama ini menjadi simbol semangat sekolah untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki akhlak mulia serta ketangguhan moral dalam menolak penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi strategis antara pemerintah pusat, daerah, dan sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter di lingkungan satuan pendidikan. Dengan mengusung konsep Kurikulum Merdeka, sekolah diberi ruang untuk berinovasi dalam merancang pembelajaran yang lebih kontekstual, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik. Integrasi P4GN dalam kurikulum diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan tambahan, tetapi melekat dalam setiap proses pembelajaran, baik melalui proyek-proyek kokurikuler bertema Gaya Hidup Berkelanjutan, kegiatan Pramuka dan PMR, hingga praktik kerja industri yang mengedepankan etika dan integritas. Kepala SMK Negeri 2 Pekanbaru, H. Peri Daswandi, S.Pd., M.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan kepada sekolahnya. “Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sekolah kami dipercaya untuk mengambil peran penting dalam membangun generasi muda yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berperan dalam menjaga moral bangsa. Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan kurikulum yang tidak hanya membekali siswa dengan keahlian teknis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat dan bebas narkoba,” ungkapnya. Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa keberhasilan penyusunan draf awal model kurikulum ini akan menjadi tonggak penting bagi SMK Negeri 2 Pekanbaru untuk menjadi sekolah rujukan nasional dalam penerapan Kurikulum Terintegrasi P4GN di tingkat SMK. Proses ini akan dilanjutkan dengan tahap penyempurnaan dokumen KSP, TP, ATP, dan modul ajar, sebelum diimplementasikan mulai tahun pelajaran 2025/2026. Tidak hanya itu, hasil kegiatan ini juga akan dijadikan bahan percontohan oleh Puskurjar untuk diterapkan di berbagai satuan pendidikan lain di seluruh Indonesia.
Melalui kegiatan ini, SMK Negeri 2 Pekanbaru menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan vokasi yang tidak hanya berfokus pada pencetakan tenaga kerja siap pakai, tetapi juga dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Sekolah berupaya menghadirkan pendidikan yang menyentuh aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap, sehingga peserta didik mampu tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, serta memiliki integritas dalam menghadapi tantangan zaman. Kolaborasi yang terjalin antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membangun budaya sekolah yang sehat, produktif, dan bebas narkoba. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan sejak dini melalui jalur pendidikan, sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berdaya saing global, dan berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa di masa depan.
Oleh : Nadia Utari -(NVT.SPMI.29102025-94)
